Nov 14 2008
Apakah semua pemulung adalah pencuri?
Saya pribadi merasa sedih terhadap mereka yang berprofesi sebagai pemulung. Di satu sisi sungguh saya pernah merasakan bagaimana kehilangan barang-barang mulai dari jemuran, sepeda dan lain sebagainya dengan indikasi diambil oleh pemulung. Tetapi pada sisi lain saya juga merasa bahwa mereka telah berjasa besar melakukan recycling terhadap sampah-sampah yang mestinya hanya menambah beban bumi.
Tadi pagi saya menemukan papan warning di depan sebuah gang di Jl.Kaliurang km5. Bisa jadi antara “pemulung” dengan “pencuri” konteksnya terpisah. Tetapi ketika pencuri harus siap mati…Masya Allah. Apakah kita siap mempertanggungjawabkan penghakiman dan niatan kita ini dihadapan Allah, sekalipun ini barangkali hanya gertak sambal.
Menurut teman saya, di beberapa gang di wilayah sekitar, papan warning ini dah ada sejak lama. Tidak jelas juga siapa yang masang. Semoga, tidak terjadi pembunuhan, dan semoga keadilan benar-benar ditegakkan oleh hamba hukum dan tidak membiarkan masyarakat melakukan self defense sendiri. Apalah Indonesia jika anarki menjadi raja (*)
4 responses so far
















mas numpang lewat…
Kasian pemulung… mau cari makan aja mikir lagi…
mungkin belum dapat makan malah nyawa dah melayang kali ya..
suudzon emang lebih mudah daripada khuznudzon…
yang koruptor didiamkan aja,..
apakah tidak lebih baik tulisan pemulung diganti dengan koruptor aja ya…..
iya benar.bangsa kita kadang tidak adil.sama-sama maling kasab mata, yang maling kecil-kecilan diancam mati, yang maling besar-besaran, meski dipenjara masih bisa haha-hihi telpon sana sini sambil makan enak.dasar….
wekkk
pye yooo
nek sing sok korupsi waktu…..
(koyo aku)
Jujur, kalau baca larangan masuk bagi pemulung, aku tersinggung berat. Karena aku pun pemulung….
Gile aje, mendingan kalo ketemu, kasih tahu kalau ada barang yang bisa kita berikan. Wong mereka adalah bagian dari masyarakat yang paling berjasa dalam mengurangi beban bumi ini dari sampah-sampah yang masih bisa didaur ulang.