Tag Archive 'Indonesia'

Sep 03 2009

Profile Image of teroriscinta
teroriscinta

Download Kamus Akronim dan Istilah v.1 freeware

Filed under Download, Idealism

Ini adalah kamus yang berisi data istilah dan akronim yang biasa ditemui di berita-berita, tulisan akademis, ataupun sumber-sumber lainnya di Indonesia. Sebenarnya databasenya sudah banyak beredar baik di blog-blog ataupun di forum diskusi. Tetapi nggak ada salahnya kalau saya compile agar bisa dinikmat dengan mudah.

Silahkan klik untuk download di box.net

Silahkan klik untuk download di kitaupload.com

Silahkan klik untuk download di ziddu.com

Silahkan klik untuk download di server ugm

No responses yet

Sep 03 2009

Profile Image of teroriscinta
teroriscinta

Download kamus Indonesia-Sunda (kebalikan dari Sunda-Indonesia) V.2.1

Filed under Download, IT, Idealism

Sekedar melengkapi kamus yang di upload sebelumnya. Maaf, saya belum bisa buat sistem yang terjemahannya bolak-balik, jadi mending dijadikan dua aja. Berikut interfacenya:

Aturan penyebarluasan freeware ini, penggandaan, perubahan dan lain sebagainnya, sama dengan kamus-kamus daerah yang lain. Silahkan dinikmati…

Silahkan klik di sini untuk download dari server ugm

silahkan klik di sini untuk download dari kitaupload.com

silahkan klik di sini untuk download dari box.net

silahkan klik di sini untuk download dari ziddu

No responses yet

Sep 02 2009

Profile Image of teroriscinta
teroriscinta

Download Kamus Sunda Indonesia Versi 2.0

Filed under Download, Idealism

Alhamdulillah, sekarang sudah jadi kamus sunda-indonesia versi 2.0. databasenya emang masih jauh dari cukup karena belum ada sumber database yang lumayan valid. Andaisaja ada temen-temen yang mau ngirim database, tentunya bakal lebih lengkap lagi. Tapi daripada nggak ada, mending saya buat dulu aja.

Makasih kepada sumber yang tercantum dalam help file kamus ini atas data istilah yang anda kirimkan. Ukuran kamus ini cukup kecil, hanya 500an KB, mudah digunakan, bisa ditambah dan didelete databasenya, bisa diedit, boleh diutak atik, disebarluaskan, terserah lah…asal jangan diaku-aku aja lah. Selamat menikmati. Tetap jaya Indonesia…

Silahkan klik di sini untuk download dari Box.net

Silahkan klik di sini untuk download dari Ziddu.com

Silahkan klik di sini untuk download dari Kitaupload.com

Silahkan klik di sini untuk download dari server ugm

One response so far

Aug 05 2009

Profile Image of teroriscinta
teroriscinta

DOWNLOAD Dongeng Anak Bernuansa Nasionalisme Dalam Rangka HUT Proklamasi ke 64–”Menolong Garuda”

Filed under Download, Idealism, cerpen

Lama tidak upload, karena memang menggarap satu kerja besar disamping kerjaan di kantor yang meghimpit detik demi detik.

Kali ini saya menyajikan sebuah dongeng tentang kepahlawanan, nasionalisme ataupun rasa cinta tanah air. Judulnya adalah “Dongeng Anak Negeri-Menolong Garuda”, dengan memanfaatkan momentum HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 64. Disajikan dalam format PDF karena lebih ringan dan lebih portable untuk didownload. Maunya sih dibuat dalam bentuk flash, tetapi karena nggak sempet ya biarlah sementara ini memakai pdf dulu lah. Silahkan didownload untuk acara repertoar 17an di kampung anda, ataupun disajikan untuk anda, diprint atau mungkin dicerita ulangkan. Monggo, silahkan, lah.

Nah, selamat Menikmati. Semoga bermanfaat.

DOWNLOAD LINK

Silahkan saja download di sini (box.net),atau di sini(kitaupload.com)atau di sini (scribd)

Sinopsis

Penduduk nusantara hidup dalam duka karena kondisi tanah dan wilayah yang tandus, gersang, dan tidak menghasilkan. Sampai suatu ketika datanglah seekor burung yang besar. Burung itu jatuh dari langit dan rupanya sedang dikejar-kejar Raksasa Buto Penjajah. Penduduk yang melihat burung itu menderita, tidak ingin menyerahkan Burung tersebut kepada Raksasa Buto Penjajah. Maka, mereka bersatu mempertahankannya dari keserakahan Raksasa Buto Penjajah. Nah, bagaimana selanjutnya?

DIBALIK PENTAS

Dongeng ini mungkin tidak pernah menjadi booming ataupun legenda semacam karya besar Hans Christian Andersen. Tetapi sejarah mencatat bahwa sebuah karya akan dihargai oleh banyak orang jika kita sendiri mampu menghargainya dan mensyukurinya. Untuk itulah tulisan ini dibuat. Kalau di dalam DVD film ada behind the scene, maka saya coba menuturkan segala sesuatu yang terjadi di balik “Dongeng Anak Negeri –Menolong Garuda”—ini agar proses di balik pentas pembuatan karya ini bisa menjadi pelajaran bagi siapapun yang memang merasa perlu tahu dan bisa jadi mendapat gagasan besar, ide besar untuk membuat karya yang lebih baik dari apa yang telah saya lakukan. Tentu saja penghargaan tersendiri bagi saya jika hal itu terjadi. Ceritanya, saya sendiri terkesan, atau merinding, dengan penuturan Taufiq Ismail dalam majalah sastra Horizon ketika menggarap lagu Ketika Tangan dan Kaki Bicara yang kemudian dinyanyikan oleh Almarhum Chrisye. Saya menjadi inspired membaca bahwa berapa Chrisye menjadi punya pengalaman batin dan traumatis saat menyanyikan lirik Ketika Tangan dan Kaki Bicara yang kemudian hanya sekali..hanya sekali dalam hidupnya, dia nyanyikan. Subhanallah… Dalam hal ini, ternyata menceritakan proses pun bisa jadi sangat penting dan bernilai, bahkan mungkin melebihi hasil yang disajikan kepada penikmat seni.

Berawal dari comment sederhana di Facebook, seorang teman menuliskan (maaf, saya tidak menuliskan siapa namanya karena barangkali yang bersangkutan tidak berkenan): “Buku2 cerita anak yg d distibusikan lewat playgroup tokoh2ny bnyk yg pake peri dan kurcaci… tokoh2 imajiner untuk anak indonesia siapa ya?” Saya jadi merenung, agak jauh dari persoalan malah. Benar…kita kurang dongeng untuk anak kita. Proses mendongeng adalah menyampaikan nilai dalam bahasa renyak, serenyah snack, yang bisa dinikmati oleh anak-anak. Bisa jadi kita sendiri yang tidak bisa menceritakan dongeng karena kemampuan kita bercerita memang buruk, tetapi bisa jadi juga karena kita menganggap dongeng adalah sesuatu yang benar-benar imajiner sehingga nilai yang hendak disampaikan itu pun menjadi imajiner. Mungkin karena kehidupan di negeri kita dewasa ini jauh dari nilai-nilai luhur, sehingga berbicara kepahlawanan, berbicara tentang pengorbanan, berbicara tentang kepemimpinan, kerjasama, gotong royong, kekeluargaan, keadilan menjadi sesuatu yang imajiner juga. Kenyataan telah mempengaruhi imaninasi kita sehingga otak menjadi mandul untuk menceritakan nilai luhur kepada anak-anak kita, sementara, nilai agama seolah menjadi terlalu suci dan melangit untuk dibumikan. Dari sinilah saya tertantang: kenapa kita nggak mimpi tentang sesuatu yang ideal, dan bagaimana impian ini digarap sedemikian rupa sehingga orang lain pengen, gandrung, kangen, rindu ataupun addicted untuk bisa menwujudkannya menjadi kenyataan. Dan bagaimana kemudian hal itu bisa tersampai kepada anak-anak.

Well, saat tulisan ini dibuat, adalah bulan Agustus 2009 dimana akan diperingati HUT Proklamasi RI ke 64. Saat itu kemudian di Facebook saya tuliskan: mencari ide tentang nasionalisme untuk 17an. antara menggali sejarah dan bermimpi tentang masa depan. lalu menyajikannya dalam sebuah dongengan anak. pertanyaanya: apa sudah kering jiwaku? kok nggak ketemu-ketemu juga ya?

Lalu, setelah ngalor-ngidul merenung, entah darimana asalnya kemudian Allah SWT memberikan saya sebersit cahaya..cling..dan kemudian seolah ada gagasan untuk menuliskan ini. Saya tidak tahu persis apa sumbernya menduga, beberapa referensi yang inspiring di otak saya berasal dari dongeng Animal Farm, karya George Orwell, Jonathan Livingstone Camar, karya Richard Bach, Spongebob Squarepant pada kisah Spongebob BC karya Stephen Hillenburg, dan kemudian yang paling penting adalah diskusi Rasulullah SAW dengan prajuritnya pasca perang Badar:

“Sesungguhnya, kita baru kembali dari sebuah perang kecil untuk memerangi perang yang lebih besar.” Perkataannya mengejutkan para sahabat sehingga salah seorang pun bertanya, “Perang lebih besar apa yang Engkau maksud, ya Rasulullah?” Dan Rasulullah menjawab, “perang melawan hawa nafsu.”

Yak. Mungkin kita bisa bicara banyak tentang kalahnya nilai dengan nafsu. Lihat televisi yang full sampah, saya kira bisa dijadikan indikasi betapa perang di Indonesia pasca proklamasi jauh lebih besar daripada perang kemerdekaan itu sendiri. Mungkin, jika saja para pahlawan yang dulu berjuang untuk Indonesia itu hidup kembali, betapa mereka akan menangis darah.

OK, lanjut….

Dari sana kemudian mengalirlah tulisan tangan saya yang kayak ceker ayam sebagaimana tergores di kertas ini:

Kemudian dari naskah itu saya ketik di komputer menjadi draft awal yang demikian ini:

Naskah ini memang asyik jika dibacakan oleh orang-orang yang membaca repertoar, katakanlah bagi mereka yang hendak menyajikan dongeng anak pada perayaan 17an. Tetapi saya pikir, kayaknya sangat muspro jika modusnya hanya demi 17an. Kalo momentumnya sih boleh saja, tetapi justru kemanfaatannya diusakahan untuk bisa bertahan lama. Maka, demi mempercantik dan mendekatkan dengan dunia anak-anak modern yang dekat dengan komputer, saya tambahkan ilustrasi sekadarnya. Beberapa ilustrasi tangan itu kemudian saya scan menjadi beberapa, seperti ini:

Lalu, kenapa tidak sekalian saja formatnya menjadi powerpoint agar, kali-kali, misalkan saja ada Bapak Ibu Guru hendak memberikan presentasi kepada siswa, atau pada waktu 17an ingin menyajikan dongeng menggunakan projector LCD kan lebih dahsyat, daripada sibuk cari-cari bajakan Film Garuda di Dadaku, memutar dagelan yang jauh dari semagat malam 17an, atau malah nonton Film yang gak jelas sama sekali, kenapa nggak puter aja kisah ini?

Maka jadilah format powerpoint yang kemudian diupload secara berjangka karena kesibukan di sela-sela kerja yang menyita waktu. Latar belakang saya buat dari penggubahan wallpaper karya Arie Darusman yang diuploadnya di deviant-art.com

Jadinya, lembur-lembur malem hari demi sebuah cita-cita di luar urusan perut.

Nantinya, mimpinya, akan dibuat versi Flash ataupun MPEG sekalian dengan dubbing ataupun narasi suara saya sendiri (hehe…dah lama nggak ndongeng sih), full dengan muik pengiring dan lagu-lagu perjuangan yang menjadi suara latar yang menghidupkan cerita. Tapi, karena komputer dan mic, entah masalah hardware atau software lagi trouble sehingga nggak konek, niat ini saya batalkan sementara waktu. L

Tentang materi cerita, kenapa dipilih garuda, ya karena memang burung itu yang paling populer, tetapi anak-anak, atau mungkin anda, tidak pernah terinspirasi. Kok nggak cari binatang indonesia yang lain, bekantan, beruk, siamang, munyuk, monyet, kingkong, baboon dan sejenisnya? Mungkin mereka lebih cerdas. Kok nggak onta yang , barangkali, dinilai lebih islami karena menjadi tunggangan Nabi SAW? Kok nggak kancil..ah..sudahlah..terima saja dulu. Tantangannya, menurut saya, adalah memberi nilai plus kepada karakter yang sudah ada tetapi kosong makna, itu jauh lebih menantang daripada membuat karakter baru.

Kok yang dipilih Raksasa Buto Penjajah dengan sosok yang gemuk mengerikan dan urakan? Kok nggak cukup Raksasa Serakah saja dll? Sebagaimana yang pernah dibincangkan bersama dua orang teman di FB. Ya….. Bentuk raksasa itu diadaptasi dari wayang jawa. Ya kalo raksasanya cakil yang kurus kering kurang gizi nanti kan nggak seru. Bagus sih, kalau cakil menandakan orang lemah yang sombong, tetapi kalau merujuk pada penjajahan, mending raksasanya bergaya monster aja.

Cerita ini dibuat dengan setting masyarakat komunal, karakter masyarakat dengan karakteristik pekerjaan yang berbeda-beda. Pada konteks ini adalah Petani dan Nelayan yang menonjol, yah..itung-itung penghargaan bagi mereka yang secara jumlah adalah kaum mayoritas tetapi secara hitungan perhatian kita kepada mereka, mereka adalah kelompok yang termarjinalkan dari sisi apapun.

Saya menganggap cerita ini adalah cerita terbuka yang boleh diadaptasi, dirubah ataupun dikontekstualisasikan dengan situasi kondisi yang terbaik menurut Anda. Katakanlah lebih bagus kalau penduduknya didasarkan pada perbedaan suku, perbedaan umur, perbedaan agama dll, silahkan saja. Musuhnya tidak raksasa tetapi diganti dengan pasukan, misalkan: Satpol Proyek, atau Telur Busuk dll. Silahkan saja. Atau si Pertiwi diganti dengan Ibu Pertiwi, biar lebih dewasa, ataupun malah ditiadakan karena cenderung tahyul. Monggo saja. Perubahan apapun sangat dimungkinkan dengan catatan tidak membelokkan nilai utama ataupun arus utama yang menjadi inti dalam dongeng ini. Seberapakah batasannya? Terserah pada kedewasaan Anda untuk menilainya.

Permintaan saya, dimanapun Anda mempertunjukkan cerita ini, saya sangat berterima kasih jika Anda tetap memejengkan nama saya, disamping nama anda sebagai penyadur ataupun penggubah jika Anda memang hendak menggubahnya. Bukannya sok populer, tetapi biarlah saya menjadi bagian dari kritik, saran dan masukan yang membangun diri saya seandainya ada pihak-pihak yang mau memberikannya.

Jika mungkin ada pihak-pihak yang hendak menerbitkan cerita ini menjadi buku, saya harap untuk memahami etika penerbitan dengan menghargai karya cipta sebaik-baiknya sebagaimana yang ada dalam etika dan hukum yang mengatur tentang usaha penerbitan. Meskipun cerita ini adalah cerita tanpa gagasan menarik laba serupiah pun, tetapi usaha komersialisasi terhadap dongeng ini tentunya harus sesuai dengan hukum yang berlaku.

Saya menggarisbawahi, bukan cerita ataupun materi yang menjadi keutamaan di dalam dongeng ini, tetapi nilai-nilai yang hendak saya tawarkan di dalamnya itulah yang utama. Maka saya tidak terlalu khawatir mengenai penyebarluasan cerita ini ke manapun, ataupun penggubahan, sehingga mungkin jauh dari yang orisinil dari yang saya buat di sini. Atau bahkan usaha pemalsuan sepihak oleh mereka yang tidak bertanggungjawab, memetik keuntungan ataupun rupiah tanpa sepengetahuan saya. Bagi saya, Allah Maha Menghitung rejeki sehingga tidak pernah salah Dia membayar tunai terhadap setiap perbuatan umatnya. Jika nantinya cerita ini populer dengan banyak versi, ataupun ada pihak yang mengubahnya menjadi lebih baik sehingga yang bersangkutan (penggubah tersebut) populer, pastilah orang akan tetap cari versi original untuk diperbandingkan. Saya tidak khawatir. Justru malah bersyukur jika dongeng ini menjadi dongeng populer yang kemudian menjadi bahan cerita dari mulut ke mulut, amal jariyah insya Allah mengalir kepada kita semua. Allah SWT tidak mungkin dan tidak pernah salah.

Andaikata Anda merasa terpanggil untuk mensupport usaha saya, tentu saja saya tidak menolak. Donasi, silahkan kirim ke rekening: Bank Mandiri cabang MM UGM No. 137-00-0628060-2 a.n. FERIAWAN AGUNG NUGROHO. Atau yang terpenting, saya mohon doanya agar kami sekeluarga bisa tetap berkarya, sehat dan sejahtera dalam lindungan Allah SWT. Semoga Allah memberikan balasan yang sesuai atas apa yang Anda lakukan.

Terima kasih atas perhatiannya,

Tetaplah menjadi bintang di langit.

Hormat Saya,

Feriawan Agung Nugroho, S.Sos

www.teroriscinta.blog.friendster.com

ferrybm@yahoo.com

2 responses so far

Jun 26 2009

Profile Image of teroriscinta
teroriscinta

Terima Kasih Untuk Partai-Partai Kecil Indonesia

Filed under Idealism

Cerita ini saya dedikasikan sebagai penghargaan untuk partai-partai kecil yang sudah mau tampil di Pemilu, dan sedikit gundah untuk partai-partai besar yang sudah mengkhianati suara rakyat.

Di sebuah daerah, ada seseorang yang selalu gagal maju jadi kepala desa. Namanya Mbah Panjul. Entah sudah berapa lama dia maju jadi kades, karena konon semenjak anak-anak usia saya lahir, beliau sudah terbiasa jadi kandidat….dan gagal.

Cerita tentang majunya dia menjadi kades sungguh sebuah cerita yang tak menarik. Dia selalu pidato dengan kertas yang itu-itu saja, isi pidato yang itu-itu saja, dan juga Sawo…sawo adalah lambang dia maju kades..yang itu itu saja..

Mbah Panjul miskin, oleh sebab itu tidak punya dana besar untuk kampanye dan menyebarkan upeti kepada masyarakat. Dia juga tidak pandai pidato, kecuali menyuarakan bahwa gotong royong di desa perlu ditingkatkan agar semua orang sejahtera. Itu lah kurang lebih…Dengan biaya minim, bagaimana bisa dia maju kader? Yah..lagi-lagi panitia menyebutnya sebagai pupuk bawang. Penggembira.

Apakah Mbah Panjul tidak berstrategi untuk menang? Karena toh dari dulu bukannya suaranya naik, malah turun karena yang milih ya orang-orang seumurnya yang beberapa diantaranya malah sudah meninggal dan tidak bisa ikut pilkades.

“Saya ini cuma menyuarakan suara-suara orang tua semacam saya. Terkadang, kemenangan bukan yang utama, tetapi bahwa saya bisa maju ke pilkades untuk mewakili orang -orang seperti saya…ya itu sudah cukup.”

Jawaban ini terlalu polos.

Tetapi bersyukurlah bahwa masyarakat desa itu , dengan adanya Mbah Panjul, sudah memahami demokrasi sebagai bagian dari keterwakilan suara minoritas. Beda dengan di Indonesia, Mbah Panjul tak berkoalisi dengan tokoh yang lebih berpengaruh.

Harapan, walaupun itu kecil, harus selalu ada dalam ruang demokrasi. Koalisi barangkali langkah kompromistis bagi para politisi. Tetapi bagi negarawan ataupun wakil rakyat, yang tahu bagaimana harga satu buah contrengan, maka koalisi sangat tipis jaraknya dengan pengkhianatan.

Beberapa partai kecil yang sempat saya ketahui, sangat konsisten dan demikian tulus dari waktu ke waktu tampil sebagai penggembira di Indonesia. Mereka demikian tulus, jujur dan berjuang untuk tetap bertahan dari awal reformasi hingga sekarang. Berganti nama, tetapi tidak tertarik untuk bubar dan menyatu dengan partai besar hanya dengan harapan bahwa nilai-nilai yang mereka bawa akan tetap terjaga dan diterima di masyarakat. Mereka hadir untuk mengais sedikit suara dan pengaruh demi kesejahteraan masyarakat yang mereka perjuangkan, meskipun barangkali, mereka juga sedang berjuang untuk itu.

Beberapa diantara mereka, sebenarnya dengan mudah mendapat modal kekayaan yang besar untuk bisa bergabung dengan partai raksasa. Beberapa kader diantaranya bahkan dengan mudah bisa menjadi tokoh dan caleg yang sukses andaikata mereka mau beralih baju. Dan mereka menolak, demi sebuah idealisme yang mereka bawa.

Lewat catatan ini, saya sampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada partai-partai kecil Indonesia. Keberadaan Anda adalah harapan kecil bagi kekecewaan masyarakat yang sudah muak dengan pengkhianatan suara partai besar. Harapan itu bisa jadi menjadi awal dari harapan besar Indonesia. Tetaplah berjuang, karena saya tahu sebagian dari Anda mungkin sudah demikian mencapai taraf kecapek-an perjuangan. Semoga Allah SWT memberkahi langkah anda. Terima Kasih…

No responses yet

Mar 24 2009

Profile Image of teroriscinta
teroriscinta

Download Kamus Ambon-Indonesia

Filed under Download, IT

Hehe…biar sampek jeleh. Saya pikir gak ada salahnya bikin-bikin kamus se nusantara. Entah karena faktor cinta tanah air, iseng ataupun kurang kerjaan, atau memang lagi hobi ngamus.

Satu lagi saya kompilasikan dari situs www.melayuonline.com sebuah software kamus Ambon Indonesia. Langsung saja didownload kalo berkenan.

Berikut screenshootnya:

Kamus Ambon Indonesia

Kamus Ambon Indonesia

Nah. untuk downloadnya silahkan klik di sini (divshare) atau di sini (Ziddu)

Selamat menggunakan dan terima kasih. Mohon donatur dari anda berupa Doa Masuk Surga untuk kita semua.

4 responses so far

Mar 21 2009

Profile Image of teroriscinta
teroriscinta

Download kamus Indonesia Sunda

Filed under Download, Web/Tech

Satu lagi saya buat kamus Indonesia Sunda. Sebuah sumber yang tak dikenal saya temukan di 4shared. Dan..jadilah. Silahkan saja didownload Kamus Indonesia Sunda. Pastinya bermanfaat buat para pelancong yang datang ke tanah Pasundan ataupun Mahasiswa baru yang keterima di ITB, IPB, STT dll.

Berikut screenshootnya:

Anda bisa mendownload di sini (divshare) ataupun di sini (ZIddu)

4 responses so far

Mar 12 2009

Profile Image of teroriscinta
teroriscinta

Kamus Nias-Indonesia Silahkan Download

Filed under Download, IT, Web/Tech

Hari ini secara ngebut (mumpung kerjaan lagi jeda dikit) saya manfaatkan untuk membuat kamus Nias-Indpnesia. Konstruksinya sama dengan Kamus Jawa-Indonesia kemarin, bedanya ini bahasa Nias. Sesungguhnya kontentnya bukan dari saya, karena saya bukan dari Nias, tetapi dari sebuah blog tetangga: http://www.kamus-nias.blogspot.com . DI sana karena bentuknya web, saya rasa agak susah dibawa kesana kemari. Untuk itu saya kompilasi aja menjadi bentuk software kamus yang kecil dan bisa diedit, ditambah ataupun dikurangi seperlunya.

Tampilannya seperti ini:

Ukurannya cukup kecil 294 kb saja. Jika tertarik, download aja di sini (Ziddu) ataupun di sini (Divshare).

Terimakasih.

No responses yet

Mar 11 2009

Profile Image of teroriscinta
teroriscinta

Kamus Jawa-Indonesia silahkan download

Filed under Download, Web/Tech

Setelah saya mencari di dunia maya, ternyata sulit ditemukan kamus jawa offline. Kalaupun ketemu, sepertinya sifatnya eksperimental program delphi sehingga kontentnya agak tidak serius. Makanya saya iseng bikin sendiri meskipun jawanya masih jawa ngoko, nanti kalau bisa saya masukkan yang kromo juga.

Kamus ini bukan kamus egois yang tidak bisa dirubah atau ditambahkan, anda berhak untuk merubah isi dan menambahkan sesuai keinginan anda. Ada bisa menghilangkan kata-kata kasar, jorok ataupun tidak berkenan untuk menghindari miss presepsi, misalkan: dapur (jawa) saya terjemahkan menjadi dapur, dan wajah (kasar).

Ukurannya cukup kecil, hanya 288 mega dan ter-zip. Bisa anda ekstrak dimanapun (di flashdisk juga bisa) asal dalam satu folder dan tidak diubah-ubah susunan isinya.

Berikut interfacenya:

Nah, anda bisa mendownload di sini: sini (ziddu) ataupun di sini (divshare)

Selamat menikmati.

10 responses so far

Jan 25 2009

Profile Image of teroriscinta
teroriscinta

Download Kamus Besar Bahasa Indonesia

Filed under Download, IT, Web/Tech, puisi

Hari ini saya menemukan aplikasi menarik, namanya Kamus Besar Bahasa Indonesia yang bisa diunduh langsung di website: www.kbbi.web.id. Aplikasi itu merupakan aplikasi offline sehingga bisa digunakan tanpa butuh koneksi internet. Ukurannya kecil, cuma 80 Kilobyte. Sayangnya dari software itu ada beberapa catatan:

  • Jika anda mendownload langsung dari situs www.kbbi.web.id anda akan memperoleh file kbbi-offline ter-zip yang jika di-ekstrak akan mengeluarkan file kbbi-offline.ods. Ekstensi .ods barangkali akan sangat tidak lazim dan masih membingungkan orang awam. Asal tau aja, file itu hanya bisa dibuka menggunakan oppenoffice.org.calc (excell-nya open office).
  • database yang ada di situ hanya sekitar 1570 an kata. Nggak tau kok cuma sedikit banget dibandingkan dengan aslinya yang tebel banget.

Untuk anda, saya sudah merubah format .ods ke dalam format .xls yang bisa dibuka dengan Microsoft Excell (yang saya pakai 2003). Anda bisa mendownloadnya di sini:

http://www.ziddu.com/download/3290165/kbbi-offine.xls.html

Berikut adalah tampilan dari software ini.

Semoga bermanfaat.

18 responses so far